Lalu bagaimana kalau kita terlanjur memilih bidang ilmu yang tidak sesuai dengan passion kita? Itu lah yang saya alami selama 2 tahun berada di jurusan IPA di SMA. Lalu saya membaca buku Young on Top karangan Billy Boen. Menurut Billy, ada dua pilihan yang bisa diambil dalam kondisi tersebut:
- Do what you love
Maksudnya, kita bisa memberanikan diri mengubah haluan, walaupun mungkin itu berarti kita sedikit memboros waktu dan biaya. Menurut saya, tidak sedikit orang yang mengubah jalan karier dari pendidikan yang telah ditempuh dan kemudian mencapai puncak tertinggi dalam hidupnya. Contohnya Aburizal Bakrie yang merupakan lulusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung tahun 1973. Atau Chairul Tanjung yang lulus dari Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, yang melanjutkan sekolah ke program MBA.
- Love what you do
Artinya kamu harus belajar mencintai pekerjaan yang kamu miliki sekarang. Caranya adalah dengan bersyukur, sebab tidak semua orang yang beruntung telah memiliki pekerjaan atau bersekolah seperti kita. Lalu kamu harus berusaha memahami benar pekerjaan itu, kemudian kamu akan melihat bahwa pekerjaan itu tidaklah sesulit yang kamu bayangkan. Efeknya adalah kamu akan mulai menyukai pekerjaanmu.
Yang kedua ini saya alami sendiri. Awalnya saya menyesal sekali masuk ke jurusan IPA setelah saya sadar sebenarnya passion saya ada di dunia IPS. Hal itu juga disebabkan ketertarikan saya pada Fakultas Seni Rupa dan Desain yang menyebabkan motivasi saya untuk melanjutkan sekolah di kedokteran luntur. Sementara salah satu ujian untuk masuk ke FSRD adalah tes tulis dengan materi pelajaran IPS. Namun peraturan tidak memungkinkan saya untuk berpindah jurusan. Saya terus menyesal sampai kehilangan fokus belajar. Hingga di kelas XII saya mulai berpikir kalau saya tidak boleh terus-terusan begitu, toh itu tidak akan membantu saya lulus Ujian Nasional. Saya mulai mengubah mind-set dan menganggap jurusan IPA sebagai suatu tantangan. Saya pun belajar dengan serius. Saat itulah saya menyadari bahwa saya menyukai IPA. Walaupun akhirnya saya memilih FSRD, saya tetap merasa sedih ketika UN selesai dan harus 'berpisah' dengan jurusan IPA.
Semuanya berawal dari rasa suka, apakah itu passionmu atau bukan. Syukurlah bila kamu telah berada pada passionmu dan kamu menyukainya. Namun bila tidak, cintailai apa yang telah kamu miliki dan lakukan, yaitu dengan mempelajari dan menantang dirimu untuk terus menekuninya, hingga lambat laun kamu akan mencintainya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar